Jokowi Duga Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran Ditunggangi Operasi Politik
Mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menduga polemik mengenai ijazah dirinya dan putra sulungnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tidak terlepas dari adanya operasi politik. Menurut Jokowi, persoalan tersebut diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sehingga terus berkembang dan menjadi sorotan publik.
Jokowi menilai, selain pihak yang mempermasalahkan ijazah, terdapat pihak lain yang ikut menunggangi polemik tersebut untuk kepentingan tertentu. Keterlibatan berbagai pihak itu, menurutnya, membuat persoalan yang semula bergulir semakin meluas.
“Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali,” kata Jokowi.
Meski polemik tersebut terus menjadi perbincangan masyarakat, Jokowi mengaku tidak merasa terganggu. Ia menyatakan tetap menyikapi persoalan yang menyeret namanya dan Gibran itu sebagai hal biasa.
“Tapi ya buat saya biasa aja,” ucapnya.
Lebih lanjut, Jokowi menduga polemik ijazah tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari berbagai persoalan lain. Ia turut menyinggung kemungkinan adanya upaya untuk menurunkan reputasi politik seseorang melalui isu tersebut.
“Bisa saja seperti itu, bisa saja, memang sekalian lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang,” ujar Jokowi.
Saat ditanya apakah dirinya atau Gibran yang menjadi sasaran dugaan operasi politik tersebut, Jokowi menyebut keduanya berpotensi menjadi target.
“Ya dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran),” katanya.
Pernyataan Jokowi tersebut kembali menyoroti polemik ijazah yang menyeret dirinya dan Gibran. Namun, dugaan mengenai adanya operasi politik sebagaimana disampaikan Jokowi merupakan pandangannya dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya operasi politik terorganisasi.
Perkembangan persoalan ini tetap perlu dicermati berdasarkan fakta, bukti, serta proses hukum yang relevan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
