Libur Panjang 2026, Jawa Barat Diserbu Lebih dari Setengah Juta Wisatawan
BANDUNG – Jawa Barat kembali membuktikan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Selama momen libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026, provinsi ini berhasil menarik lebih dari setengah juta wisatawan yang memadati berbagai objek wisata favorit di sejumlah daerah.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, total kunjungan wisatawan selama periode libur tersebut mencapai 543.690 orang. Menariknya, tidak hanya wisatawan domestik yang mendominasi, tetapi juga tercatat 5.142 wisatawan mancanegara yang turut menikmati beragam destinasi wisata di Tanah Pasundan.
Wisatawan asing yang berkunjung didominasi oleh warga negara Arab Saudi, menandakan semakin luasnya daya tarik pariwisata Jawa Barat di kancah internasional.
Lonjakan kunjungan tersebut memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas wisata.
Masjid Al Jabbar menjadi destinasi paling ramai dikunjungi selama periode liburan dengan total 99.118 pengunjung. Destinasi wisata religi sekaligus ikon baru Jawa Barat itu berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Sementara itu, Pantai Pangandaran menempati posisi kedua dengan jumlah kunjungan mencapai 43.122 wisatawan. Destinasi lainnya yang juga masuk dalam daftar favorit pengunjung antara lain Agrowisata Gunung Mas, Kebun Raya Bogor, dan Sari Ater.
Dari sisi wilayah, Kota Bandung tercatat sebagai daerah dengan tingkat kunjungan tertinggi selama masa liburan, dengan jumlah wisatawan mencapai 105.631 orang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada musim liburan berikutnya. Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
“Pariwisata memiliki efek berganda yang sangat besar bagi perekonomian daerah. Karena itu, kami berharap peningkatan kunjungan wisatawan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Jawa Barat menunjukkan bahwa provinsi ini masih menjadi salah satu tujuan favorit bagi keluarga Indonesia dalam menghabiskan waktu liburan. Didukung keindahan alam, wisata budaya, wisata religi, hingga kuliner yang beragam, Jawa Barat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu motor utama industri pariwisata nasional.
