Banggar DPR Usulkan Pembelian LPG 3 Kg Gunakan Verifikasi Biometrik
SOROTAN PUBLIK — Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar pembelian gas subsidi LPG 3 kg dilakukan menggunakan sistem verifikasi biometrik berupa sidik jari. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan ketepatan sasaran penerima subsidi sekaligus mencegah potensi penyelewengan dalam distribusi energi.
Menurut Said Abdullah, penggunaan teknologi biometrik dapat membantu pemerintah memastikan bahwa subsidi LPG benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Selain itu, sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam penyaluran subsidi energi.
“Dengan verifikasi biometrik, distribusi LPG subsidi dapat lebih terkontrol dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan terkait wacana penguatan sistem pengawasan subsidi energi.
Meski demikian, usulan tersebut masih bersifat wacana dan memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Sejumlah aspek teknis dinilai perlu dikaji secara mendalam, termasuk kesiapan infrastruktur digital, ketersediaan data penerima subsidi, hingga potensi dampaknya terhadap masyarakat.
Pengamat menilai, penerapan sistem biometrik dalam distribusi LPG subsidi berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran negara. Namun, implementasinya harus mempertimbangkan kondisi lapangan, terutama akses teknologi di daerah serta kemudahan bagi masyarakat kecil dalam memperoleh kebutuhan energi.
Sebagai informasi, LPG 3 kilogram merupakan salah satu program subsidi energi pemerintah yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, pelaku usaha mikro, serta kelompok masyarakat tertentu.
Usulan penggunaan verifikasi biometrik ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
