Pesawat Netanyahu Dilaporkan Hindari JFK, Ada Kekhawatiran soal Mamdani dan Keamanan

0
1790216277885-1

NEW YORK – Pesawat resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Wing of Zion, dilaporkan tidak akan mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York, saat Netanyahu melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Laporan tersebut pertama kali diberitakan media Israel Yedioth Ahronoth. Menurut laporan itu, pesawat Netanyahu diperkirakan akan menggunakan Bandara Newark Liberty International Airport atau fasilitas militer di New Jersey sebagai lokasi pendaratan.

Perubahan tersebut disebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan kekhawatiran aparat Israel terhadap kemungkinan Wali Kota New York Zohran Mamdani mengambil langkah yang dapat mengganggu keberadaan pesawat Netanyahu di JFK selama kunjungan berlangsung.

Namun, alasan pemindahan lokasi pendaratan tersebut belum dapat dipastikan hanya karena faktor Mamdani. Sejumlah laporan juga menyebut aspek keamanan, logistik dan koordinasi dengan otoritas terkait sebagai pertimbangan dalam pengaturan perjalanan Netanyahu.

Sikap Mamdani terhadap Netanyahu

Nama Zohran Mamdani menjadi sorotan dalam rencana kunjungan Netanyahu karena sikap politiknya terhadap Perdana Menteri Israel tersebut.

Mamdani sebelumnya menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan mendapatkan sambutan di New York. Ia juga pernah menyatakan dukungan terhadap upaya penegakan surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) terhadap Netanyahu.

Namun, pada Juli 2026, Mamdani mengakui bahwa dirinya dan pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk melaksanakan surat perintah ICC tersebut. Reuters melaporkan Mamdani kemudian mengatakan kewenangan tersebut berada pada pemerintah federal Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap ketika berada di wilayah Amerika Serikat.

Karena itu, laporan mengenai penghindaran JFK tidak tepat jika langsung disimpulkan sebagai upaya Netanyahu menghindari penangkapan oleh pemerintah Kota New York. Secara hukum, kewenangan wali kota terhadap pelaksanaan surat perintah ICC tersebut memang telah dipersoalkan dan Mamdani sendiri telah mengakui keterbatasan kewenangannya.

Netanyahu Tetap Akan Hadiri Sidang PBB

Terlepas dari perubahan lokasi pendaratan, Netanyahu tetap dijadwalkan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Reuters melaporkan Netanyahu akan menggunakan pidatonya di PBB untuk membela tindakan Israel dan menanggapi berbagai kritik terhadap pemerintahannya. Perseteruannya dengan Mamdani juga menjadi salah satu isu yang ikut mewarnai agenda kunjungan tersebut.

Laporan mengenai kunjungan singkat Netanyahu juga menyebutkan bahwa ia tidak akan tinggal lama di New York. Media Israel melaporkan perjalanan tersebut dirancang secara terbatas dengan pertimbangan keamanan serta potensi demonstrasi terhadap Netanyahu.

Situasi tersebut memperlihatkan tingginya sensitivitas politik dan keamanan yang mengiringi kedatangan pemimpin Israel ke New York di tengah berlangsungnya konflik Timur Tengah dan meningkatnya perhatian internasional terhadap proses hukum ICC.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat memiliki posisi tersendiri terkait ICC. Reuters melaporkan pemerintahan Trump sedang mempersiapkan kemungkinan sanksi terhadap institusi ICC, setelah sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat pengadilan tersebut.

Dengan demikian, pemindahan lokasi pendaratan pesawat Netanyahu dari JFK ke lokasi alternatif di New Jersey sebaiknya dipahami sebagai bagian dari rangkaian pertimbangan keamanan, politik dan logistik. Adapun dugaan bahwa keputusan tersebut secara khusus disebabkan oleh kekhawatiran terhadap tindakan Mamdani masih merupakan laporan media dan belum menjadi penjelasan resmi tunggal dari seluruh pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *