Prabowo Puji Amran Sulaiman: Target Swasembada Pangan 4 Tahun Dicapai dalam 1 Tahun
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kinerja sektor pertanian dan percepatan target swasembada pangan nasional.
Dalam dialog di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 6 September 2026, Prabowo mengatakan target swasembada pangan yang semula diberikan dalam jangka waktu empat tahun dapat dicapai jauh lebih cepat.
Pernyataan tersebut kemudian disiarkan CNBC Indonesia pada 16 September 2026.
Prabowo mengungkapkan bahwa sejak awal pemerintahannya ia memberikan waktu empat tahun untuk mewujudkan swasembada pangan. Namun, menurutnya, perkembangan sektor pertanian berjalan lebih cepat dari target awal.
“Saya beri waktu tadinya swasembada pangan 4 tahun. Tapi terus terang aja saya harus mengakui saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengaku pada awalnya tidak mengenal Amran. Ia menegaskan bahwa Amran bukan kader Partai Gerindra, partai yang dipimpinnya.
“Kebetulan saya tadinya enggak kenal dia. Dia bukan partai saya, saya benar-benar saya tidak kenal Pak Amran,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, pandangannya kemudian berubah setelah melihat gagasan dan pemikiran Amran. Ia menilai pemikiran tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah di bidang pangan.
Pujian Prabowo tersebut bukan pernyataan yang berdiri sendiri. Sebelumnya, pemerintah memang telah berulang kali menyampaikan bahwa target swasembada pangan yang semula diproyeksikan empat tahun dipercepat menjadi satu tahun. Kementerian Pertanian pada Oktober 2025 juga mencatat pernyataan Presiden mengenai percepatan tersebut.
Produksi Beras 2025 Meningkat
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi padi Indonesia pada 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG). Setelah dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksinya mencapai sekitar 34,69 juta ton.
Angka tersebut meningkat sekitar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi beras pada 2024 yang tercatat sekitar 30,62 juta ton.
Pada periode yang sama, luas panen padi 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare, meningkat 1,27 juta hektare atau 12,69 persen dibandingkan 2024 yang berada di sekitar 10,05 juta hektare.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menyatakan bahwa berdasarkan proyeksi neraca pangan 2025, produksi beras nasional sekitar 34,69 juta ton mampu memenuhi kebutuhan konsumsi tahunan yang berada di kisaran 31,16 juta ton.
Bapanas mencatat tidak ada impor beras sepanjang 2025 untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tersebut. Selisih antara produksi dan kebutuhan menunjukkan adanya ketersediaan domestik di atas kebutuhan konsumsi tahunan.
Pemerintah Percepat Target Swasembada
Percepatan target swasembada pangan juga telah disampaikan pemerintah dalam berbagai kesempatan.
Pada Mei 2026, Presiden Prabowo kembali menyebut bahwa target yang semula diberikan selama empat tahun dapat dicapai dalam satu tahun. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi kepada Amran dan jajaran sektor pertanian.
Kementerian Pertanian kemudian menjelaskan bahwa percepatan tersebut ditempuh melalui berbagai kebijakan, termasuk peningkatan produksi, intensifikasi dan perluasan tanam, perbaikan irigasi, serta percepatan distribusi sarana produksi pertanian.
Pada Januari 2026, pemerintah juga secara resmi menyampaikan pencapaian swasembada beras 2025 dengan salah satu indikator utama berupa kemampuan produksi domestik memenuhi kebutuhan konsumsi tanpa impor sepanjang tahun tersebut.
Tantangan Setelah Produksi Meningkat
Meski produksi dan ketersediaan beras meningkat, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada jumlah produksi.
Pengelolaan cadangan, distribusi, stabilitas harga, kesejahteraan petani, produktivitas lahan, infrastruktur irigasi, hingga kemampuan menghadapi perubahan iklim tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada.
Karena itu, capaian produksi 2025 menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kebijakan pangan, sementara keberlanjutan produksi dan kemampuan memenuhi kebutuhan masyarakat pada tahun-tahun berikutnya menjadi tantangan berikutnya bagi pemerintah.
Bagi Prabowo, percepatan capaian tersebut menjadi alasan untuk memberikan apresiasi kepada Amran dan seluruh tim pertanian. Presiden menilai kerja pemerintah di sektor pangan telah bergerak lebih cepat dari target awal yang ditetapkan.
Dengan data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi beras dan catatan Bapanas mengenai pemenuhan kebutuhan konsumsi tanpa impor sepanjang 2025, capaian tersebut kini menjadi bagian penting dari agenda ketahanan pangan nasional yang harus terus dijaga keberlanjutannya.
