Prabowo: Hampir 4.000 Jembatan Desa Dibangun, Ditargetkan Capai 5.000 hingga Akhir 2026

0
1789791334272-1-1

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah membangun lebih dari 1.000 kilometer jaringan irigasi dan hampir 4.000 jembatan di desa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (18/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan target pembangunan jembatan desa akan terus ditingkatkan. Ia menargetkan jumlah jembatan yang dibangun dapat mencapai 5.000 unit hingga akhir 2026.

“Kita sudah membangun hampir 4.000 jembatan, sampai akhir tahun 5.000 jembatan di desa,” kata Prabowo, dikutip detikcom.

Pembangunan infrastruktur desa tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan.

Selain pembangunan jembatan, pemerintah juga terus mengembangkan infrastruktur sumber daya air, termasuk jaringan irigasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertanian dan pengelolaan air.

Progres Irigasi Batang Hari Dharmasraya

Salah satu pekerjaan yang turut menjadi gambaran pembangunan infrastruktur irigasi adalah Daerah Irigasi (D.I) Batang Hari di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Berdasarkan data progres pekerjaan hingga Agustus 2026, realisasi pembangunan tercatat mencapai 58,70 persen. Angka tersebut berada di atas rencana pekerjaan sebesar 44,19 persen, sehingga terdapat deviasi positif sebesar 14,51 persen.

Pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi memiliki peran penting dalam menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air, terutama untuk mendukung kebutuhan pertanian dan keberlanjutan pemanfaatan air bagi masyarakat.

Pemerintah menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia 2045. Infrastruktur dasar di desa, termasuk jembatan dan irigasi, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung terhadap mobilitas masyarakat, produktivitas ekonomi, serta pengelolaan sumber daya air.

Target pembangunan 5.000 jembatan desa hingga akhir 2026 yang disampaikan Presiden menjadi salah satu indikator yang akan dilihat dari sisi capaian fisik pembangunan pemerintah pada tahun berjalan.

Dengan pembangunan yang terus berlangsung, keberlanjutan infrastruktur juga akan bergantung pada kualitas pekerjaan, pemeliharaan, ketepatan sasaran, serta manfaat yang diterima masyarakat di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *