Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp dari Gilimanuk Bali, Investasi Tembus Rp1.140 Triliun

0
1788175349660

JEMBRANA, BALI — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Program energi bersih berskala nasional tersebut diawali dengan pembangunan 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Prabowo menargetkan pengembangan kapasitas PLTS 100 GWp dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun. Bahkan, Presiden menantang jajaran terkait untuk menyelesaikannya lebih cepat apabila memungkinkan.

Investasi Rp1.140 Triliun dan Jutaan Lapangan Kerja

Program PLTS 100 GWp diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar US$71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun. Skala investasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri pendukung energi surya di dalam negeri.

Pemerintah memperkirakan program tersebut berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun pengembangan industri manufaktur pendukung PLTS.

Dari sisi fiskal, program ini juga diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi subsidi hingga sekitar Rp73,9 triliun per tahun. Selain itu, pemanfaatan energi surya secara masif diharapkan mengurangi konsumsi bahan bakar diesel dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Bali Jadi Salah Satu Pusat Pengembangan Energi Surya

Gilimanuk menjadi salah satu lokasi penting dalam tahap awal program nasional tersebut. Untuk wilayah Bali, PLN bersama pemerintah daerah menyiapkan pengembangan lima klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp, yang akan didukung sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.

Khusus Klaster Gilimanuk, kapasitas PLTS yang direncanakan mencapai 300 MWp.

Pengembangan energi surya juga diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, kawasan industri, hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Pemerintah memperkirakan seluruh program 100 GWp tersebut dapat membantu menurunkan emisi hingga sekitar 140 juta ton CO₂ per tahun.

Menuju Kemandirian Energi Indonesia

Program PLTS 100 GWp menjadi salah satu proyek strategis pemerintah dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri. Selain tenaga surya, pemerintah juga mendorong pemanfaatan panas bumi, gas, serta peningkatan produksi energi dalam negeri.

Bagi Indonesia, pengembangan energi terbarukan bukan hanya persoalan lingkungan. Energi bersih juga dipandang sebagai bagian dari strategi ekonomi jangka panjang, karena dapat membuka investasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Dengan target 100 GWp dalam tiga tahun, tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan berlangsung cepat namun tetap memperhatikan kesiapan jaringan listrik, teknologi penyimpanan energi, kualitas proyek, serta keterlibatan industri dalam negeri.

Jika terealisasi sesuai target, Program PLTS 100 GWp berpotensi menjadi salah satu lompatan terbesar Indonesia dalam pengembangan energi surya sekaligus memperkuat fondasi menuju kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *