Prabowo Fokuskan Kunjungan Kerja di Jawa Timur pada Ekonomi Rakyat, Keadilan Sosial, dan Ketahanan Pangan
SOROTAN PUBLIK – Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Jawa Timur dengan membawa sejumlah agenda strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, aspek sosial kemasyarakatan, serta ketahanan pangan nasional. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolri beserta Wakapolri dan jajaran turut mendampingi sekaligus menerima arahan langsung dari Presiden.
Kunjungan ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan yang tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperkuat dimensi sosial, kesejahteraan masyarakat, dan sektor pangan nasional sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Di Kabupaten Nganjuk, Presiden meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Marsinah. Peresmian tersebut menjadi simbol penghargaan terhadap nilai perjuangan, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap hak-hak pekerja di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong, memperkuat persatuan nasional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pijakan utama pembangunan bangsa.
Selain agenda sosial, Presiden juga meresmikan operasionalisasi 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban. Agenda tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat produktivitas sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.
Kunjungan kerja ini dinilai memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan institusi negara dalam mendukung pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, perlindungan pekerja, serta penguatan sektor pangan Indonesia menuju kemandirian nasional.
