BRIN Matangkan N219 untuk Ambulans Udara dan Dokter Terbang, Layani Wilayah Terpencil

0
1787244617095-1

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merespons gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengembangan layanan ambulans udara dan dokter terbang untuk memperluas akses kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.

Salah satu langkah yang disiapkan BRIN adalah mengembangkan ekosistem pesawat nasional N219 beserta varian amfibinya, N219A. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan transportasi medis dan layanan kesehatan udara di Indonesia.

N219 Bisa Beroperasi di Landasan Pendek

Pesawat N219 memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL), sehingga dapat beroperasi dari landasan yang relatif pendek. Kemampuan tersebut menjadi keunggulan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki bandara dengan landasan panjang.

Sementara itu, varian N219A dikembangkan dengan kemampuan amfibi sehingga dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di wilayah perairan.

Pengembangan kedua varian tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan pesawat nasional untuk mendukung layanan ambulans udara, terutama dalam kondisi darurat ketika akses transportasi darat membutuhkan waktu yang lebih lama.

PUNA MALE untuk Pemantauan dan Logistik Darurat

Selain pengembangan N219 dan N219A, BRIN juga mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Medium Altitude Long Endurance (MALE).

PUNA MALE tersebut dikembangkan dengan kemampuan terbang hingga 24 jam nonstop serta jangkauan Beyond Line of Sight (BLOS) hingga 2.000 kilometer.

Teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan wilayah, pengawasan kondisi darurat, hingga kebutuhan logistik dalam situasi tertentu.

Pengembangan teknologi penerbangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas teknologi nasional sekaligus membuka peluang penerapan teknologi dalam pelayanan publik.

Dorong Layanan Kesehatan ke Wilayah Terpencil

Jika dapat direalisasikan dan memenuhi seluruh persyaratan teknis serta operasional, ekosistem ambulans udara dan dokter terbang berbasis teknologi nasional diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi pasien dari wilayah terpencil.

Konsep tersebut juga berpotensi memperkuat layanan kesehatan serta pengembangan kedokteran penerbangan di Indonesia.

Dengan dukungan teknologi penerbangan nasional, akses terhadap layanan medis di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan infrastruktur diharapkan dapat semakin luas.

Pengembangan N219, N219A, dan PUNA MALE sekaligus menunjukkan upaya Indonesia memanfaatkan teknologi nasional untuk menjawab kebutuhan strategis masyarakat serta mendukung visi pembangunan Indonesia menuju 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *