Laut Jadi Masa Depan Indonesia, Presiden Prabowo Subianto Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo

0
1778353974919


SOROTAN PUBLIK — Laut kembali ditegaskan sebagai masa depan besar Indonesia. Setelah mengunjungi Pulau Miangas, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor kelautan nasional sebagai pilar ekonomi masa depan bangsa.

Di pesisir Kelurahan Leato Selatan, denyut kehidupan nelayan perlahan mulai berubah. Kawasan yang sebelumnya identik dengan keterbatasan fasilitas melaut kini berkembang dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih, program strategis yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Dalam peninjauan itu, Presiden melihat langsung berbagai fasilitas utama mulai dari pelabuhan shelter sortir hingga fasilitas pengepakan ikan. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung rantai produksi perikanan yang lebih modern, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi.

Tak hanya itu, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih juga dilengkapi dengan kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang beku ikan, docking perahu, shelter pendaratan ikan, hingga tempat perbaikan jaring.

Pembangunan fasilitas terpadu tersebut dinilai menjadi langkah nyata negara dalam menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat pesisir yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan laut nasional.

Presiden Prabowo Subianto berharap penguatan infrastruktur dan dukungan berkelanjutan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir serta menjadikan nelayan Indonesia semakin mandiri dan berdaya saing di lautnya sendiri.

“Laut adalah masa depan Indonesia,” menjadi pesan kuat yang tercermin dalam kunjungan tersebut ,bahwa kejayaan bangsa maritim tidak hanya dibangun dari pusat kota, tetapi juga dari pesisir-pesisir yang selama ini menjaga kedaulatan laut Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *