TNI Kerahkan Personel, Hercules dan KRI Bantu Penanganan Gempa M7,7 di NTT
JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan personel dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. BMKG kemudian menyatakan potensi tsunami telah berakhir.
Merespons kondisi tersebut, jajaran TNI di wilayah NTT bergerak dengan mengerahkan personel dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM, serta Lanal Maumere.
Personel dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, penanganan masyarakat terdampak, serta mendukung kebutuhan di lapangan.
Hercules dan KRI Disiapkan untuk Distribusi Bantuan
Selain mengerahkan personel di wilayah terdampak, TNI menyiapkan sejumlah sarana pendukung untuk mempercepat mobilisasi personel dan distribusi bantuan.
Pesawat Hercules dan kapal perang Republik Indonesia (KRI) disiapkan untuk mendukung penanganan bencana, termasuk pengiriman personel, bantuan, dan logistik sesuai kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan alutsista tersebut merupakan bagian dari upaya TNI membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Muhammad Nas.
Penggunaan sarana transportasi udara dan laut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi bantuan, terutama apabila terdapat wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dan personel tambahan.
TNI Koordinasi dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait
Dalam penanganan bencana, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Basarnas, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, distribusi bantuan, serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Personel TNI juga tetap disiagakan untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat dalam situasi darurat sekaligus mendukung pemerintah dalam penanganan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Sumber: Puspen TNI dan BMKG
