Menhan Sjafrie Dorong Kemandirian Industri Pertahanan, DEFEND ID Jadi Pilar Kedaulatan Nasional
SOROTAN PUBLIK — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Rapat Kerja dan Leadership Development Program DEFEND ID 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini sekaligus memperingati HUT ke-4 DEFEND ID dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah kepemimpinan industri pertahanan nasional.
Dalam arahannya, Menhan menegaskan bahwa masa depan pertahanan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan industri dalam negeri untuk mandiri dan inovatif. Ia mendorong seluruh entitas dalam DEFEND ID untuk membangun mentalitas sebagai produsen, bukan sekadar pengguna teknologi.
“Saya ingin industri pertahanan kita memiliki mentalitas produsen dan bergerak dalam satu irama sebagai tulang punggung kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Penekanan pada inovasi dan kemandirian teknologi dinilai krusial di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Dengan penguatan kapasitas industri dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap alutsista impor sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Momentum ini juga mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. DEFEND ID sebagai holding industri pertahanan nasional diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi tersebut.
Selain sebagai pilar kedaulatan, penguatan industri pertahanan juga diyakini akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengembangan teknologi strategis.
