Jembatan Masinda Rampung, Bukti Nyata Pengabdian TNI untuk Warga Kongo
Sorotan Publik — Prajurit Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad yang tergabung dalam Satgas BGC TNI Konga XXXIX-G MONUSCO TA 2025 berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan Masinda di wilayah Bavonkutu, Republik Demokratik Kongo. Proyek ini menjadi bagian dari program Quick Impact Project (QIP) yang diinisiasi melalui kerja sama Civil Military Coordination (CIMIC), sebagai implementasi mandat Protection of Civilians (POC).
Jembatan Masinda kini menjadi penghubung vital antara Desa Bavonkutu dan Desa Mukasila di bawah otoritas komunitas Chieffery Walese-Vonkutu. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai secara manual ,kondisi yang kerap menghambat aktivitas ekonomi, sosial, bahkan akses layanan dasar.
Pembangunan dimulai sejak 24 November 2025 di bawah pengawasan Mayor Inf Depari selaku Komandan Kompi dan penanggung jawab Area of Responsibility (AOR) Komanda. Proyek ini melibatkan koordinasi intensif Kapten Czi Deni bersama 20 personel Tim Zeni INDORDB 39-G. Desain jembatan bahkan disempurnakan dengan pelebaran struktur guna menyesuaikan kebutuhan mobilitas warga setempat.
Setelah melalui proses pengerjaan selama kurang lebih lima bulan, jembatan tersebut resmi diresmikan oleh pimpinan misi MONUSCO bersama otoritas lokal, termasuk Bupati Irumu. Acara ini turut dihadiri unsur internasional seperti Political Affairs, Human Rights, hingga UNDSS, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah setempat. Jembatan Masinda tidak hanya memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol nyata kontribusi pasukan perdamaian Indonesia dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan warga sipil di daerah konflik.
Lebih dari sekadar infrastruktur, proyek ini menegaskan peran strategis TNI di panggung global ,bahwa kehadiran pasukan Indonesia tidak hanya menjaga perdamaian, tetapi juga membangun harapan.
