Letjen TNI (Mar) R.M. Trusono: Dari Prajurit Tamtama hingga Komandan Korps Marinir, Jejak Karier Legendaris Prajurit Denjaka
Jakarta — Sosok Letnan Jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono menjadi salah satu figur inspiratif dalam sejarah TNI Angkatan Laut, dengan perjalanan karier yang unik dan langka: memulai pengabdian dari level paling bawah sebagai tamtama, hingga mencapai pangkat bintang tiga.
Lahir pada 29 Oktober 1960, Trusono dikenal sebagai perwira tinggi yang meniti karier dengan disiplin, dedikasi, dan konsistensi tinggi di lingkungan Korps Marinir TNI AL.
Dari Tamtama Menuju Akademi Angkatan Laut
Perjalanan militernya dimulai saat lulus dari Secatam Wamil TNI AL pada tahun 1979 dan resmi menjadi Prajurit Dua Marinir pada 1980. Perjalanan kariernya kemudian berlanjut ketika ia berhasil menembus seleksi dan melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL), hingga lulus pada 1985 dengan pangkat Letnan Dua.
Transformasi dari tamtama menjadi perwira ini menjadikan Trusono sebagai salah satu contoh langka dalam struktur karier militer Indonesia.
Karier di Satuan Elit Denjaka
Sebagian besar pengabdiannya dihabiskan di satuan elit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), pasukan khusus anti-teror aspek laut TNI AL. Dalam kurun waktu 1998–2001, ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Denjaka.
Pengalaman di satuan khusus ini memperkuat reputasinya sebagai prajurit komando dengan kemampuan tempur dan kepemimpinan lapangan yang tinggi.
Jabatan Strategis di TNI
Sepanjang kariernya, Trusono mengemban berbagai jabatan penting, di antaranya:
Komandan Lantamal III/Jakarta (2015–2016)
Komandan Korps Marinir (2016–2017)
Komandan Sesko TNI (2017–2018), yang menjadi puncak kariernya dengan pangkat Letnan Jenderal (Bintang Tiga)
Sebagai Komandan Korps Marinir, ia memimpin salah satu satuan tempur elite TNI AL yang dikenal dengan simbol baret ungu.
Pengalaman Operasi dan Penugasan
Trusono juga tercatat memiliki pengalaman operasi militer di dalam dan luar negeri, antara lain:
Operasi Seroja di Timor Timur
Penugasan di Aceh dalam konflik bersenjata
Misi perdamaian PBB di Kamboja melalui Kontingen Garuda XII-B (UNTAC)
Brevet dan Penghargaan
Sebagai prajurit komando, ia menyandang berbagai brevet kualifikasi, termasuk Denjaka, Taifib, hingga brevet internasional seperti Navy SEAL dan USMC Parachutist.
Selain itu, ia juga menerima sejumlah tanda kehormatan seperti Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Bintang Jalasena Pratama.
Pengabdian Pasca Pensiun
Setelah purna tugas dari militer, Trusono tetap aktif dalam pengabdian sosial sebagai Ketua Yayasan Sosial Bhumyamca (Yasbhum) di lingkungan TNI AL.
