PWI-Laskar Sabilillah Gaungkan Edukasi Sejarah, Pelestarian Sanad, dan Penguatan Persatuan Nasional
PWI – Perjuangan Walisongo Indonesia–Laskar Sabilillah (PWI-LS) terus menggaungkan pentingnya menjaga warisan sejarah Islam Nusantara melalui pendekatan edukatif, kultural, dan spiritual. Organisasi ini menyatakan komitmennya untuk memperkuat literasi sejarah, menjaga kesinambungan sanad keilmuan, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut PWI-LS, sejarah Islam Nusantara memiliki nilai strategis dalam membentuk identitas kebangsaan sekaligus memperkuat karakter masyarakat Indonesia. Karena itu, berbagai upaya edukasi mengenai perjalanan dakwah Walisongo dinilai perlu dilakukan secara objektif dengan mengedepankan kajian ilmiah dan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pernyataannya, PWI-LS menegaskan terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus perjuangan organisasi, yakni edukasi sejarah, pelestarian sanad keilmuan dan nasab, serta penguatan persatuan nasional.
Pada aspek edukasi sejarah, organisasi ini mendorong masyarakat untuk memahami perjalanan dakwah Walisongo melalui penelitian, literasi, dan dialog akademik sehingga dapat memperkaya wawasan mengenai sejarah Islam di Indonesia.
Sementara itu, pelestarian sanad dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi. PWI-LS menilai penghormatan terhadap sanad dan sejarah merupakan bagian penting dalam merawat identitas keislaman sekaligus memperkuat karakter kebangsaan.
Di bidang kebangsaan, organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya dalam menjaga persatuan umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat dakwah Walisongo yang mengedepankan kedamaian, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap budaya lokal dinilai tetap relevan sebagai inspirasi bagi kehidupan berbangsa saat ini.
PWI-LS berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang terlibat dalam penguatan literasi sejarah, pelestarian nilai-nilai warisan ulama Nusantara, serta menjaga persatuan bangsa melalui semangat kebersamaan dan cinta tanah air.
Organisasi tersebut menilai bahwa menjaga sejarah, merawat sanad, dan memperkuat persaudaraan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Indonesia yang harmonis, berdaulat, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.
