Bentrokan Penertiban Bendera Bulan Bintang di Pidie Aceh, Satu Warga Tewas dan 13 Orang Luka-Luka

0
1793934913776-1

SOROTAN PUBLIK, PIDIE – Insiden penertiban Bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), berujung bentrokan antara warga dan aparat. Peristiwa tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam keterangan resminya, TNI Angkatan Darat (TNI AD) menjelaskan bahwa penertiban dilakukan setelah upaya persuasif dan pendekatan humanis kepada panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak mencapai kesepakatan. Panitia disebut tetap bersikeras mempertahankan pemasangan Bendera Bulan Bintang.

Situasi kemudian memanas setelah sebagian warga menolak tindakan aparat dan terjadi pelemparan batu ke arah personel TNI. Menurut keterangan TNI AD, kondisi tersebut dinilai mengancam keselamatan personel sehingga aparat melakukan tindakan pengamanan secara bertahap.

TNI menyebut tahapan tersebut dimulai dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan munisi karet.

Dalam insiden itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Satu Warga Meninggal Dunia

Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah korban telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) dini hari.

TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban serta berharap seluruh warga dan personel yang mengalami luka-luka segera pulih.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan penertiban simbol yang memiliki sensitivitas sejarah dan politik di Aceh, serta berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Penanganan Insiden Perlu Mengedepankan Transparansi

Jatuhnya korban meninggal dunia dan belasan orang terluka membuat penanganan insiden ini perlu dilakukan secara terbuka dan menyeluruh. Kronologi kejadian, penyebab jatuhnya korban, serta penggunaan kekuatan dalam proses pengamanan menjadi hal penting untuk dijelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif.

Keterangan resmi TNI AD merupakan salah satu bagian dari informasi mengenai peristiwa tersebut. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, diperlukan pula penelusuran terhadap keterangan saksi warga, kondisi korban, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan insiden diharapkan dapat membantu mengungkap fakta secara jelas sekaligus mencegah ketegangan serupa terulang di tengah masyarakat Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *