Bobby Nasution Ingatkan Kadisdik Sumut soal Ijazah Luar Negeri: Jangan Sampai Tak Diakui Saat Jadi Pejabat!

0
1793410786542-1

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, memberikan perhatian khusus terhadap pengakuan ijazah bagi pelajar yang berencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Bobby meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, memastikan legalitas dan pengakuan lembaga pendidikan luar negeri yang menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah Sumatera Utara.

Pesan tersebut disampaikan Bobby ketika memberikan sambutan dalam pembukaan program Teras Pelajar Sumut Berkah di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

Bobby mengingatkan agar para pelajar tidak sampai menghadapi persoalan administratif di kemudian hari akibat ijazah atau jalur pendidikan yang ditempuh ternyata tidak memenuhi ketentuan pengakuan di Indonesia.

“Jika bekerja sama dengan yang ada di luar, kan bisa langsung sekolah ya, tolong dicek betul Pak, jangan nanti begitu mereka menjadi pejabat nggak diakui pula ijazahnya,” kata Bobby.

Bobby Soroti Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Luar Negeri

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menjelaskan bahwa sistem pendidikan Indonesia memiliki perbedaan dengan sistem pendidikan di sejumlah negara lain.

Ia menilai, jalur pendidikan internasional memiliki variasi yang lebih beragam sehingga diperlukan pemeriksaan dan pemahaman secara cermat sebelum siswa mengikuti program pendidikan lintas negara.

Bobby bahkan menggunakan analogi kendaraan bertransmisi otomatis dan manual untuk menggambarkan perbedaan sistem tersebut.

“Itu yang perlu dipastikan, karena beda di luar negeri sama Indonesia, yang tadi kita ini masih peringkat 70-an, jalurnya masih konvensional, kalau di luar kan banyak sekali jalur-jalurnya. Kalau dia kendaraan, di sini baru matic sama manual, kalau di sana ada yang matic campur manual,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya memastikan kesesuaian jalur pendidikan, legalitas lembaga penyelenggara, serta pengakuan kualifikasi sebelum pelajar memutuskan menempuh pendidikan di luar negeri.

Jangan Sampai Pelajar Dirugikan di Masa Depan

Persoalan pengakuan ijazah bukan sekadar urusan administrasi. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kesempatan seseorang melanjutkan pendidikan, mengikuti proses seleksi pekerjaan, maupun memenuhi persyaratan jabatan tertentu.

Karena itu, pemeriksaan terhadap program kerja sama pendidikan internasional perlu dilakukan sejak awal.

Orang tua dan pelajar juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai status akreditasi lembaga, jalur pendidikan, dokumen kelulusan, serta mekanisme penyetaraan atau pengakuan ijazah sesuai ketentuan pemerintah Indonesia.

Langkah pencegahan dinilai lebih penting daripada membiarkan siswa menghadapi persoalan setelah menyelesaikan pendidikan.

Teras Pelajar Sumut Berkah Jadi Ruang Pengembangan Generasi Muda

Selain menyinggung persoalan pendidikan luar negeri, Bobby juga membuka program Teras Pelajar Sumut Berkah sebagai wadah kreativitas, ekspresi, dan pengembangan potensi pelajar SMA sederajat.

Program tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Kegiatan pembukaannya diisi dengan berbagai penampilan dan aktivitas, mulai dari pentas seni, peragaan busana, pameran sains, galeri karya, hingga kegiatan UMKM.

Bobby juga menyampaikan rencana pemanfaatan gedung heritage Kantor Gubernur Sumatera Utara sebagai ruang kreativitas pelajar mulai tahun depan.

Fasilitas yang direncanakan meliputi studio musik, studio podcast, ruang belajar, ruang diskusi, hingga laboratorium komputer.

Program Teras Pelajar Sumut Berkah direncanakan berlangsung setiap dua minggu sekali dengan pelaksanaan bergiliran berdasarkan wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Kepastian Pendidikan Merupakan Investasi Masa Depan

Pendidikan lintas negara membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman, wawasan, serta kompetensi internasional.

Namun, kesempatan tersebut harus disertai kepastian hukum dan pengakuan kualifikasi pendidikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi peserta didik.

Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan setiap jalur pendidikan yang ditawarkan benar-benar jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan Bobby Nasution menjadi pengingat bahwa mengejar pendidikan internasional bukan hanya tentang memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, melainkan juga memastikan hasil pendidikan tersebut memiliki pengakuan yang sesuai ketika digunakan untuk masa depan.

Sebab, masa depan pelajar tidak boleh dipertaruhkan hanya karena kurangnya pemeriksaan terhadap legalitas dan sistem pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *