Karhutla Kalimantan dan Sumatra Belum Tertangani Optimal, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Ajak Masyarakat Berdoa

0
1792565074846-1

SOROTAN PUBLIK — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mengajak masyarakat memanjatkan doa agar berbagai musibah yang melanda Indonesia segera berakhir. Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Ajakan tersebut disampaikan KH Miftachul Akhyar di hadapan jamaah pengajian Syarah Kitab Al-Hikam di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jumat (16 Oktober 2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengajak jamaah membaca Surah Al-Fatihah sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar masyarakat yang terdampak berbagai bencana diberikan perlindungan dan keselamatan.

Soroti Dampak Asap Kebakaran Hutan

KH Miftachul Akhyar menyoroti kebakaran hutan yang menurutnya belum tertangani dengan baik. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di wilayah lain melalui penyebaran asap.

Asap karhutla menjadi persoalan serius karena dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Dalam keterangannya, Kiai Miftach mengungkapkan keprihatinan terhadap warga yang harus menghadapi dampak asap akibat kebakaran tersebut.

Ia menyampaikan:

“Kita mohonkan dengan Suratul Fatihah ini agar situasi musibah-musibah yang terjadi, termasuk kebakaran hutan yang sampai sekarang belum bisa ditangani dengan baik, yang mengakibatkan para penduduk setempat atau bahkan yang lain ini terkena asap, mungkin teracun, mungkin apa, begitu yang jadi musibah.”

Pernyataan tersebut menggambarkan keprihatinannya terhadap keselamatan masyarakat yang terpapar asap kebakaran hutan dan lahan.

Bukan Hanya Karhutla, Bencana Lain Juga Jadi Perhatian

Selain kebakaran hutan, KH Miftachul Akhyar turut menyinggung berbagai bencana lain, termasuk erupsi gunung yang menyemburkan abu vulkanik dan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai musibah tersebut tidak hanya berdampak pada keselamatan dan kehidupan warga, tetapi juga berpotensi mengganggu kegiatan ekonomi serta menambah beban masyarakat dan negara.

Bencana alam dapat menghambat aktivitas perdagangan, pertanian, transportasi, pendidikan, dan berbagai kegiatan produktif lainnya. Karena itu, penanganan bencana memerlukan perhatian serius serta kerja sama dari berbagai pihak.

Doa dan Ikhtiar Nyata Perlu Berjalan Bersama

Ajakan Rais Aam PBNU tersebut menjadi pengingat mengenai pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Bagi umat Islam, doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Namun, upaya menghadapi bencana juga memerlukan langkah nyata melalui pencegahan, penanganan darurat, dan pemulihan wilayah terdampak.

Dalam persoalan karhutla, langkah tersebut antara lain mencakup pemadaman titik api, pengawasan kawasan rawan kebakaran, pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terbukti terjadi.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, petugas pemadam, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kebakaran dan melindungi warga dari paparan asap.

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga perlu menjadi prioritas, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran yang berlangsung dalam waktu lama.

Kepedulian terhadap Korban Bencana Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Pesan KH Miftachul Akhyar mengingatkan masyarakat bahwa musibah yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia membutuhkan kepedulian bersama.

Masyarakat yang terdampak karhutla dan bencana lainnya membutuhkan perlindungan, bantuan, serta penanganan yang cepat dan tepat. Pada saat yang sama, pencegahan harus terus diperkuat agar dampak bencana tidak semakin meluas.

Doa, solidaritas sosial, dan tindakan nyata dapat berjalan beriringan dalam membantu masyarakat melewati masa sulit.

Harapannya, berbagai musibah yang melanda Indonesia segera berakhir, warga yang terdampak diberikan keselamatan, dan upaya penanganan bencana dapat berjalan secara optimal.

Sumber: NU Online, berita mengenai ajakan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk mendoakan agar berbagai musibah, termasuk karhutla, segera berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *