Kapolri Ajak Ulama dan Umara Bergandengan Tangan Jaga Persatuan dan Rawat NKRI

0
1790625042909-1

REMBANG, JAWA TENGAH — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak para ulama dan umara untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan, merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta bersama-sama mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Pondok Pesantren LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya hubungan dan kerja sama antara ulama dan umara dalam menjaga kehidupan kebangsaan. Menurutnya, sinergi keduanya memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Kapolri.

Kapolri menyampaikan bahwa kebersamaan antara ulama dan umara telah terjalin sejak masa perjuangan bangsa. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan nasional.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, ulama memiliki peran dalam memberikan pemahaman keagamaan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Sementara pemerintah bersama seluruh institusi negara memiliki tanggung jawab menjalankan pemerintahan serta memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara kedua unsur tersebut perlu terus dijaga agar berbagai persoalan sosial dan kebangsaan dapat dihadapi melalui pendekatan yang mengedepankan persatuan serta kepentingan masyarakat.

Kegiatan Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren LP3IA Rembang juga menjadi ruang silaturahmi antara aparat negara, ulama, dan masyarakat. Kehadiran Kapolri bersama Gus Baha memperlihatkan pentingnya ruang dialog yang dapat memperkuat nilai kebangsaan sekaligus kehidupan keagamaan.

Kapolri berharap sinergi ulama dan umara tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja bersama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta kerukunan masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjaga NKRI merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat keamanan, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen rakyat memiliki peran masing-masing dalam merawat persatuan Indonesia.

Dengan kolaborasi yang terus terjaga, nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan diharapkan dapat berjalan beriringan untuk mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, rukun, adil, dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *