Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, PDIP Instruksikan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

0
1790414562634-1

JAKARTA — Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan (PDIP) dan keluarga Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun.

Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar wafatnya putra bungsu Soekarno dan Fatmawati tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Hasto menyampaikan keluarga besar PDIP sangat kehilangan sosok Guruh yang dikenal sebagai seniman, budayawan, politikus, serta sosok yang memiliki hubungan panjang dengan perjalanan partai.

“Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan pejuang partai,” demikian keterangan Hasto mengenai sosok Guruh.

Sebagai bentuk penghormatan, DPP PDIP menginstruksikan seluruh jajaran organisasi partai, mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari.

Instruksi tersebut menjadi bagian dari protokol partai untuk mengenang Guruh Soekarnoputra yang selama hidupnya turut memberikan kontribusi dalam bidang seni, kebudayaan, sekaligus aktivitas politik.

Guruh dan Mars PDI Perjuangan

Di lingkungan PDI Perjuangan, Guruh juga dikenang sebagai pencipta Mars PDI Perjuangan. Karya tersebut menjadi salah satu bagian yang melekat dalam identitas organisasi partai.

Selain kiprahnya di dunia politik, Guruh dikenal luas sebagai seniman dan komponis. ANTARA mencatat Guruh sejak kecil telah mengasah bakat di bidang tari dan musik serta mendirikan sejumlah kelompok kesenian dan musik.

Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 1992–1997. Guruh merupakan putra bungsu Soekarno dan Fatmawati serta adik dari Megawati Soekarnoputri.

Megawati Pantau Kondisi Guruh

Hasto juga mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terus memantau kondisi kesehatan Guruh sejak menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Hasto, Megawati turut berdiskusi dengan tim dokter yang menangani adiknya tersebut sebelum Guruh akhirnya meninggal dunia.

Kepergian Guruh menjadi duka bagi keluarga besar Soekarno, keluarga besar PDIP, serta kalangan seni dan kebudayaan Indonesia.

Dimakamkan di Samping Fatmawati

Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, jenazah Guruh kemudian dibawa menuju TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Guruh dimakamkan di sebelah pusara ibundanya, Fatmawati. Keputusan tersebut sebelumnya disampaikan Hasto setelah keluarga melakukan musyawarah mengenai prosesi pemakaman.

Pemakaman tersebut menjadi akhir perjalanan Guruh Soekarnoputra, sosok yang selama puluhan tahun dikenal melalui karya seni, musik, kebudayaan, serta kiprahnya di dunia politik Indonesia.

Bagi keluarga besar PDIP, pengibaran bendera partai setengah tiang selama tujuh hari menjadi bentuk penghormatan atas kepergian Guruh sekaligus penghargaan terhadap jejak pengabdiannya.

Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra. Semoga seluruh amal dan kebaikan almarhum diterima Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *