Menlu Sugiono Pimpin Delegasi Indonesia di Debat Umum SMU PBB ke-81 di New York

0
1790226297423-1

NEW YORK — Debat Umum tingkat tinggi Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 resmi dimulai pada Selasa, 22 September 2026, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono hadir sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam rangkaian High-Level Week SMU PBB ke-81. Agenda tersebut menjadi salah satu forum diplomasi multilateral utama yang mempertemukan para pemimpin dan perwakilan tingkat tinggi negara-negara anggota PBB.

Menurut informasi Kementerian Luar Negeri RI, kehadiran Indonesia diarahkan untuk memperkuat komitmen terhadap multilateralisme, mendorong dialog, menjembatani perbedaan, serta membangun konsensus di tengah berbagai tantangan global.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam rangkaian pertemuan tersebut, antara lain perdamaian dan keamanan internasional, persoalan Palestina, pembangunan, perubahan iklim, serta penguatan sistem multilateralisme. Indonesia juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara anggota PBB dan mitra strategis.

Dalam agenda tersebut, Indonesia kembali menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang sekaligus menegaskan kontribusinya terhadap upaya menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Isu Palestina juga menjadi salah satu perhatian diplomasi Indonesia, termasuk dukungan terhadap pemulihan dan rekonstruksi Gaza.

Pernyataan Nasional Indonesia dalam Debat Umum SMU PBB ke-81 dijadwalkan disampaikan Sugiono pada Sabtu, 26 September 2026 waktu New York. Pernyataan tersebut akan memuat pandangan dan posisi Indonesia terhadap berbagai perkembangan serta tantangan global.

Selain agenda substantif dalam forum PBB, Indonesia juga menggunakan momentum High-Level Week untuk meluncurkan kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030.

Debat Umum SMU PBB ke-81 tahun ini mengusung tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All” atau “Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: PBB yang Memberikan Manfaat bagi Semua”.

Tema tersebut menempatkan pemulihan kepercayaan terhadap multilateralisme dan kemampuan PBB menghadapi perubahan serta tantangan global sebagai salah satu perhatian utama forum.

Bagi Indonesia, partisipasi dalam forum tersebut menjadi bagian dari diplomasi untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus menyampaikan kepentingan nasional dalam berbagai persoalan global.

Selama berada di New York, Sugiono juga telah melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra internasional. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral serta berbagai persoalan regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *